About Me

9b30smpn1turi
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 28 November 2013

JEJAK RAJA AIRLANGGA DI BUMI LAMONGAN

Tulisan ini sebuah ringkasan, dari rintisan penulis untuk menguraikan jejak-jejak kuno baik berupa prasasti dan juga situs-situs candi yang masih terpendam di bumi Lamongan. Semoga bisa memberikan manfaat bagi seluruh Masyarakat Lamongan khususnya dan semua pihak secara umum.
“Lamongan menyimpan data yang luar biasa mengenai Prabu Airlangga. Airlangga itu raja besar malah lebih besar dari Hayam Wuruk. Dari disertasi saya saja sudah 7 artikel saya buat tentang Airlangga, yang paling lengkap ingin saya sampaikan di Lamongan supaya orang Lamongan bisa bangga dengan leluhurnya”, Dr. Ninie Soesanti arkeolog UI.

SEJARAH SINGKAT LAMONGAN

Hari jadi kota Lamongan bertepatan hari kamis pasaran pahing, 10 Dzulhijjah 976 Hijriyyah atau 26 Mei 1569 Masehi. Hal tersebut disesuaikan dengan masa pengangkatan Adipati Lamongan yang pertama; Tumenggung Surajaya, yang terkenal dengan sebutan Mbah Lamong. Dari sinilah istilah Lamongan tersemat, atas berkah nama beliau.


Lamongan sebelumnya masih berupa Kranggan di awal tahun 1543. Dari masa itu sampai sekarang, sudah dipimpin oleh 41 kepala daerah. Mulai dari (sebutan)

Kamis, 14 November 2013

Sejarah Sunan Drajat

Nama kecilnya Raden Syari­fuddin atau Raden Qosim. Beliau anak dari Sunan Ampel. Dengan demikian ia bersaudara dengan Sunan Bonang. Diperkirakan lahir pada tahun 1470 .
Sunan Drajat mendapat tugas pertama kali dari ayahnya, Sunan Ampel, untuk berdakwah ke pesisir Gresik, melalui laut. Ia kemudian terdampar di Dusun Jelog –pesisir Banjarwati atau Lamongan sekarang. Tapi setahun berikutnya Sunan Drajat berpindah 1 kilometer ke selatan dan mendirikan padepokan santri Dalem Duwur, yang kini bernama Desa Drajat, Paciran-Lamongan. Di pondok pesantrennya, ia banyak memelihara anak-anak yatim-piatu dan fakir miskin.
Beliau sebagai Wali penyebar Islam yang terkenal berjiwa sosial, sangat memperha­tikan nasib kaum fakir miskin. Ia terle­bih dahulu mengusahakan kesejahteraan sosial baru memberikan pemahaman tentang ajaran Islam. Motivasi lebih ditekankan pada etos kerja keras, kedermawanan untuk mengentas kemiskinan dan menciptakan kemakmuran. Usaha ke arah itu menjadi lebih mudah karena Sunan Drajatmemperoleh kewenangan untuk mengatur wilayahnya yang mempu­nyai otonomi.

Situs Slumpang Lamongan Diduga Menyimpan Candi Peninggalan Hindu


 

 Selama hampir 1 tahun sempat dihentikan, proses eskavasi Situs Slumpang di Desa Siser Kecamatan Laren, Lamongan, tahap dua akhirnya dilanjutkan kembali. Proses eskavasi kini bertambah luas hingga mencapai 12 meter persegi.
Dari proses eskavasi yang sudah berjalan, saat ini baru sampai pada tahap penggalian sedalam 1 meter dari permukaan tanah dengan luas 12 meter persegi. Luas tersebut bertambah karena semula penggalian hanya 8 meter persegi saja.

Selasa, 12 November 2013

LAMONGAN GREEN AND CLEAN

“Lingkungan yang teduh, indah, bersih dan sehat adalah dambaan setiap orang”

LAMONGAN GREEN AND CLEAN merupakan wujud keinginan dari masyarakat untuk menjadikan seluruh pelosok pemukiman di Kabupaten Lamongan menjadi hijau dan bersih dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat bersama pemerintah daerah yang dilandasi budaya gotong royong dan budaya bersih.

Minggu, 13 Oktober 2013