About Me

9b30smpn1turi
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 28 November 2013

SEJARAH SINGKAT LAMONGAN

Hari jadi kota Lamongan bertepatan hari kamis pasaran pahing, 10 Dzulhijjah 976 Hijriyyah atau 26 Mei 1569 Masehi. Hal tersebut disesuaikan dengan masa pengangkatan Adipati Lamongan yang pertama; Tumenggung Surajaya, yang terkenal dengan sebutan Mbah Lamong. Dari sinilah istilah Lamongan tersemat, atas berkah nama beliau.


Lamongan sebelumnya masih berupa Kranggan di awal tahun 1543. Dari masa itu sampai sekarang, sudah dipimpin oleh 41 kepala daerah. Mulai dari (sebutan)

Rangga, Tumenggung, hingga Adipati, dan sebutan Bupati di masa-masa memasuki kemerdekaan RI; Republik Indonesia.
Awal kepemimpinan daerah Lamongan dipegang oleh Rangga AboeAmin (dari tahun 1543 sampai tahun 1556), dilanjutkan oleh Rangga Hadi (1556 menuju 1569), di tahun 1569 inilah, Kranggan (cikal bakal Lamongan) berganti status menjelma Katuranggan.


Tahun 1569 sampai 1507, dipimpin oleh Tumenggung Surajaya (diangkat sebagai Adipati yang pertama, waktu pengangkatannya setiap tahun diperingati sebagai hari jadi kota Lamongan, semenjak tanggal 26 Mei 1569).

Di tahun 1607 - 1640, Lamongan dipimpin oleh R. Pandji Adipati Keling, diteruskan; R. Panji Poespokoesoemo, R Panji Soerengrono sampai; R. Panji Dewa Kaloran 1682.

Dalam masa 1682 – 1690, diambil kekuasaan oleh Tumenggung Todjojo, dilanjutkan Tumenggung Onggobojo, Tumenggung Kertoadinegoro, Tumenggung Wongsoredjo, Tumenggung Tjitrosono, hingga Tumenggung Djojodirjo.

Di masa tahun 1761 – 1776, dipimpin Adipati Sosronegoro, dan pada tahun 1824 dilanjutkan atas Tumenggung Wongsodinegoro serta Tumenggung Mangundinegoro.

Adipati Ardjodinegoro menduduki kekuasaan Lamongan pada masa 1824 – 1856, dan Raden Tumenggung (disingkat RT); RT. Tjokro Poerbonegoro menggenggam kuasa Lamongan dari tahun 1856 sampai 1863. Di tahun 1863 – 1866, dipegang oleh RT. Kromo Djojo Adinegoro, dan jatuh ke telapak tangan RT. Kromo Djojo Adirono (dari tahun 1866 - 1885).

Antara tahun 1885 – 1937, dipimpin oleh R. Adipati Djojo Dirono (R Adipati Aryo Djojo Adinegoro), dilanjutkan Tumenggung Moerid Tjokronegoro dari tahun 1937 hingga 1942.

Setelah pasca kemerdekaan, Lamongan dipimpin berturut-turut oleh Tjokro Soedirjo, R. Soekadji, Abdul Hamid Soerjosapoetro, Waskito, Soepardan, Ali Afandy, R. Ismail dan Soeparngadi (1960 – 1969).

Lantas pada tahun 1969 sampai 1979, bupatinya bernama Chasinoe. Dan Sutrisno Sudirjo memimpin Kabupaten Kota Lamongan pada tahun 1979 – 1984, dilanjutkan Muhammad. Syafii (1984 – 1989). Dan Muhammad Faried memegang kekuasaan dari tahun 1989 – 1999 yang diterusakan oleh H. fadeli sampai kini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar